SEJAMBI.ID – Sudah Tiga hari, masyarakat Kabupaten Bungo dikejutkan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi dan Non Subsidi tiba-tiba menjadi langka.
Antrian panjang sampai ratusan bahkan sampai satu kilo meter langsung terjadi di seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Bungo.
Harga minyak eceran untuk pertalite di warung-warung pinggir jalan yang awalnya Rp.12.000 perliter kini melonjak drastis hingga mencapai Rp.18.000 sampai Rp. 20.000 perliternya.
Sejumlah elemen masyarakat mulai teriak akibat lambatnya tindakan dan solusi yang diberikan oleh pemerintah. Salah satu Aktivis Bungo, Rano Saputra mengatakan jika Pemerintah dan Anggota Dewan tidak mengambil tindakan maka Mahasiswa dan aktivis Bungo akan Kepung Kantor Bupati dan Kantor DPRD Bungo.
“Akan ada demo berjilid-jilid di Kantor DPRD Bungo, Kantor Bupati dan Polres Bungo. Rakyat Kabupaten Bungo menjerit,” katanya, Selasa (23/12/25).
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Bungo merupakan Daerah perlintasan utama daerah Sumatera, seharusnya Pemerintah cepat mengambil tindakan dengan kelangkaan BBM di Kabupaten Bungo saat ini.
Bukan tanpa alasan, Rano mengatakan bahwa arus lalulintas di Kabupaten Bungo saat ini sedang meningkat seiring dengan jadwal Libur Sekolah dan Nataru.
“Antrian panjang di setiap SPBU di Kabupaten Bungo ini akan menjadi cerminan buruk wajah Kota Bungo bagi pengguna jalan dari luar daerah,” ujarnya.
Anggota Dewan saat diwawancarai awak media meminta Pemda Bungo harus segera turun melihat Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) diseluruh SPBU di Kabupaten Bungo agar tidak menjadi kegaduhan ditengah masyarakat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Bungo, Marhoni Suganda, mengatakan permasalahan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) diseluruh SPBU di Kabupaten Bungo harus segera disikapi agar tidak menjadi keresahan masyarakat bungo.
“Masyarakat sudah sangat sulit mencari Bahan Bakar Minyak hingga antri disepanjang jalan untuk mendapatkan minyak, pemerintah harus segera turun dan menyelesaikan permasalahan ini,”ucap Marhoni
Sementara itu, Plt Kadis Perindag Bungo, Zukrianto mengaku bahwa pihaknya juga bingung dan belum mengetahui penyebab dari kelangkaan BBM di SPBU dalam Kabupaten Bungo.
Diakuinya bahwa pihaknya baru bergerak melakukan pemanggilan pihak SPBU untuk mengetahui apa penyebab dari kelangkaan BBM dan mencari solusi agar cepat teratasi.
” Kita belum tahu penyebab terjadi Kelangkaan. Hari ini baru kita ketik surat memanggil manager SPBU,” tuturnya melalui sambungan telepon. (sip)












